hidup adalah manifestasi dari buah pikiran kalian sendiri, artinya hidup hanya merefleksikan apa yang lo perbuat. dengan kata lain, mindset adalah hal yang pokok yg mendasari sebuah pembentukan citra atau reputasi seseorang.
misal, lo punya gebetan dan diwaktu yang lain lo menembak gebetan tsb karena lo pikir dia cewe yang cukup ideal untuk dijadikan calon pacar. tapi ternyata cinta lo enggak dikonfirmasi karena lo enggak punya Facebook. ehhh maksud gua cinta lo ditolak sama doi lantaran doi udah punya pacar dan pacarnya dapet dari facebook mungkin doi memang bekerja di PT.Mencari cinta sejati.
meskipun lo adalah kembaran dari "kerasakti" tapi lo bukanlah orang yang minder karena kepercayaan diri lo terletak pada isi dompet lo yang rupanya menyelip uang segepok dan lo percaya uang bisa manjain lo setiap saat. karena lo bukan lah tipikal jomblo kasta rendah yang menderita "kangker" akhirnya lo bangkit dan memasuki babak baru sebagai pengembara cinta. untuk yang kesekian kalinya akhirnya lo resmi pacaran tapi sayangnya hubungan tsb kandas karena doi selingkuh dengan cowo lain yang lebih kaya dari lo, dan semua itu terjadi dalam dunia maya facebook. parahnya lo enggak cuma kehilangan doi tapi juga kehilangan uang. karena ternyata doi selama ini hanya morotin uang lo dengan modus pacaran. alhasil lo Game over karena memasuki babak belur !. kesimpulan nya lo akan tetap terpuruk ketika lo salah dalam mendefinsikan sesuatu.
dan contoh di atas, menyinggung pradaban zaman sekarang, dimana uang seolah menjadi objek materi yg paling menggugah selera diantara semua menu kenikmatan dalam hidup ini, dan menjadi suguhan topik yang kontroversial. gua rasa ada aturan tidak tertulis di indonesia yang menegaskan"uang adalah segala" , paradigma tsb akhirnya trus menurun dan menular sampai kepada generasi muda.yang jelas2 ini hanya pembodohan publik karena pelaku nya pasti berpikir, jika kesenangan atau kebahagiaan harus selalu diukur dengan materi bukan kah ini ironis.apakah lo sepakat dengan asumsi di atas? klo gua sih netral tapi tetep menghargai uang itu sendiri.
meskipun lo adalah kembaran dari "kerasakti" tapi lo bukanlah orang yang minder karena kepercayaan diri lo terletak pada isi dompet lo yang rupanya menyelip uang segepok dan lo percaya uang bisa manjain lo setiap saat. karena lo bukan lah tipikal jomblo kasta rendah yang menderita "kangker" akhirnya lo bangkit dan memasuki babak baru sebagai pengembara cinta. untuk yang kesekian kalinya akhirnya lo resmi pacaran tapi sayangnya hubungan tsb kandas karena doi selingkuh dengan cowo lain yang lebih kaya dari lo, dan semua itu terjadi dalam dunia maya facebook. parahnya lo enggak cuma kehilangan doi tapi juga kehilangan uang. karena ternyata doi selama ini hanya morotin uang lo dengan modus pacaran. alhasil lo Game over karena memasuki babak belur !. kesimpulan nya lo akan tetap terpuruk ketika lo salah dalam mendefinsikan sesuatu.
dan contoh di atas, menyinggung pradaban zaman sekarang, dimana uang seolah menjadi objek materi yg paling menggugah selera diantara semua menu kenikmatan dalam hidup ini, dan menjadi suguhan topik yang kontroversial. gua rasa ada aturan tidak tertulis di indonesia yang menegaskan"uang adalah segala" , paradigma tsb akhirnya trus menurun dan menular sampai kepada generasi muda.yang jelas2 ini hanya pembodohan publik karena pelaku nya pasti berpikir, jika kesenangan atau kebahagiaan harus selalu diukur dengan materi bukan kah ini ironis.apakah lo sepakat dengan asumsi di atas? klo gua sih netral tapi tetep menghargai uang itu sendiri.
disisi lain uang juga mengundang pro dan kontra jika dibenturkan dengan aspek percintaan. khusunya dikalangan cowo dan itu sudah menjadi masalah kelasik, ada yang bilang cinta tanpa uang itu mustahil adapun yang bilang sebaliknya.karena tidak bisa dipungkiri jika wanita matre atau realistis sama2 mementingkan objek tsb. yang membedakan hanya perseptif nya saja bukan.sehingga mereka butuh seorang cowo yang mapan financial supaya memenuhi standar hidup nya.pertanyaan nya apakah cowo yang ideal itu adalah mereka yang kuat secara financial bukankah cinta itu tidak harus serasional itu lalu apakah kebahagiaan itu harus selalu di ukur dengan materi atau uang.
toh, banyak kok pasangan yang istilah nya tidak mapan2 amat tapi mereka bahagia, tapi gua rasa cewe yang mau menerima cowo dengan tulus itu udah jarang mungkin udah menjadi spesies langka
seperti yang dilansir oleh penelitian Brigham young University bahwasanya, mengungkapkan nya hasilnya, cinta terbukti benar-benar tidak bisa dibeli. selain cinta, hasil studi juga mengungkapkan bahwa uang tidak bisa membeli rumah tangga yang harmonis dan langgeng studi ini melibatkan 1734 pasangan suami istri seantero Amerika serika.
setiap pasangan menjalani dan melengkapi sesi tanya jawab, monitor gaya hidup keseharian, dan evaluasi komunikasi. penelitian ingin melihat bagaimana pasangan suami istri zaman sekarang terhadap uang dan kebutuhan memiliki segalanya.
studi ini menemukan bahwa pasangan yang mengatakan, uang tidak penting, lebih stabil 10 hingga 15 persen dalam menjalani rumah tangga. mereka juga memiliki kulitas kebahagiaan yang lebih tinggi, dibandingkan pasangan yang matrealistis
"pasangan yang keduanya sangat menjunjung tinggi uang, menjalani pernikahan yang buruk jelas jason caroll, profesor Hubungan Keluarga dan Rumahtangga, di Brigham Young University.
mungkin lo menyangkal,''tapi kan cinta tanpa uang sama aja bohong itu mah sama aja dengan membunuh perlahan hubungan itu sendiri''emang benar dan gue juga enggak bisa menampik, karena pada dasarnya uang itu penopang roda ekonomi kehidupan manusia.terlebih dalam membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis.
sayang nya, uang pun bisa menciderai keharmonisan itu sendiri apabila satusama lain enggak dewasa dalam menyikapi pasang surut ekonomi.padahal itu hal yang lumrah dalam kehidupan ini toh hidup ini enggak selamanya di atas kan dan enggak juga.
selamanya di bawah.bukan kah tuhan itu maha adil lantas apakah kebahagiaan itu milik mereka yang notabane nya selalu hidup dengan kemewahan, kalo memang benar bgini seharusnya enggak ada kasus permasalahan yang menjerat mereka dan kalopun cinta bisa dibeli pakai uang seharusnya enggak akan ada kasus perceraian dari kalangan mereka
lantas mana yang lebih utama, cinta atau uang? gua sih cuma mau bilang aja sama lo, hidup lah sesuai dengan kondisi dan situasi clear kan masalah
lantas mana yang lebih utama, cinta atau uang? gua sih cuma mau bilang aja sama lo, hidup lah sesuai dengan kondisi dan situasi clear kan masalah
terimakasih banget buwat lo yang udah mampir ke blog gue,semoga artikel gue bisa berfaedah buwat lo dan buat lo yang jomblo maupun jomblowati semoga jodoh nya disegerakan aminn :)


Comments
Post a Comment